Banyak contoh obat yang setelah mengalami proses metabolisme di tubuh menghasilkanmetabolit aktif. Senyawa induk obat tersebut disebut pra-obat, yang pada in vitro tidakmenimbulkan aktivitas biologis. Pra-obat bersifat labil, di dalam tubuh (in vivo) mengalamiperubahan, melalui proses kimia atau enzimatik, menjadi senyawa aktif, kemudian berinteraksidengan reseptor menghasilkan respons farmakologis. Link https://youtu.be/Yh6x5phK5rw